11/02/2026
11-02-2026 ADMIN DPM
.jpeg)
DPMPTSP Kota Surabaya - Kota Surabaya terus menunjukkan tren positif dalam penguatan iklim investasi, khususnya pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) skala Usaha Mikro Kecil (UMK) sepanjang tahun 2025. Sejumlah sektor usaha strategis menjadi kontributor utama dalam mendorong peningkatan realisasi investasi sekaligus memperkuat perekonomian daerah berbasis pelaku usaha lokal.
Berdasarkan data realisasi investasi, terdapat lima sektor prioritas yang memberikan kontribusi signifikan. Sektor Perdagangan dan Reparasi menempati posisi tertinggi dengan total 40.612 proyek dan nilai investasi mencapai Rp 3.415.774.734.466. Tingginya aktivitas pada sektor ini mencerminkan peran dominan perdagangan dalam menggerakkan roda ekonomi perkotaan.
Di posisi berikutnya, sektor Jasa Lainnya mencatatkan 13.160 proyek dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp 2.085.677.812.977. Sektor ini dinilai memiliki fleksibilitas tinggi dan mampu menyerap berbagai jenis usaha skala kecil yang berkembang di Surabaya.
Sementara itu, sektor Hotel dan Restoran juga menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dengan 15.495 proyek serta capaian investasi Rp 1.169.298.623.282. Peningkatan ini sejalan dengan pulihnya aktivitas ekonomi dan sektor pariwisata serta meningkatnya kebutuhan layanan kuliner dan akomodasi. Kontribusi signifikan juga datang dari sektor Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi yang mencatatkan 5.030 proyek dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp 913.172.026.713. Sektor ini berperan penting dalam mendukung konektivitas logistik dan transformasi digital di Kota Surabaya. Adapun sektor Konstruksi turut menjadi salah satu prioritas dengan jumlah proyek sebanyak 6.134 dan nilai investasi sebesar Rp 909.816.324.484. Tingginya aktivitas pembangunan menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap pertumbuhan infrastruktur dan kebutuhan ruang usaha di Surabaya.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kota Surabaya optimistis iklim investasi akan terus berkembang, terutama melalui dukungan terhadap UMK sebagai pilar ekonomi lokal. Penguatan sektor prioritas diharapkan mampu mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing kota di tingkat nasional.