28/08/2025
DPMPTSP Kota Surabaya - Kota Surabaya kembali menunjukkan kinerja positif dalam realisasi investasi pada Triwulan II Tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya, total realisasi investasi dari sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Non-UMK pada periode April hingga Juni 2025 mencapai Rp 7,9 triliun. Investasi ini berasal dari 3.861 proyek yang tersebar di berbagai bidang usaha, dengan serapan tenaga kerja mencapai 12.721 orang. Capaian tersebut menegaskan posisi Surabaya sebagai salah satu kota tujuan utama investasi di Indonesia.
Jika ditinjau berdasarkan sektor usaha, lima bidang mencatatkan kontribusi terbesar terhadap capaian investasi Triwulan II. Sektor perdagangan dan reparasi menempati posisi teratas dengan 1.498 proyek dan nilai investasi sebesar Rp 1,796 triliun atau 22,74 % dari total investasi. Sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, yakni 4.161 orang, sehingga mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat dalam bidang perdagangan dan jasa perbaikan.
Di urutan kedua, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatatkan nilai investasi sebesar Rp 1,340 triliun atau 16,97% melalui 96 proyek. Meski jumlah proyek relatif kecil, sektor ini tetap menjadi salah satu motor penggerak karena kebutuhan akan hunian, kawasan industri, dan ruang perkantoran terus meningkat di Surabaya. Serapan tenaga kerja dari sektor ini mencapai 481 orang. Sementara itu, sektor industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain berkontribusi Rp 940 miliar atau 11,91% dengan hanya 21 proyek. Jumlah tenaga kerja yang terserap memang sedikit, yakni 26 orang, namun nilai investasi yang cukup besar menunjukkan bahwa sektor ini lebih bersifat padat modal dibanding padat karya.
Sektor jasa lainnya juga memberikan kontribusi penting melalui 540 proyek dengan nilai Rp 847 miliar atau 10,73%. Dari sektor ini, sebanyak 2.349 tenaga kerja berhasil diserap. Hal ini sejalan dengan karakter Surabaya yang selama ini dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa. Yang menarik, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi justru menempati posisi dominan dengan nilai investasi terbesar, yaitu Rp 2,207 triliun atau 27,94% dari total investasi, meskipun jumlah proyeknya hanya 339. Sektor ini juga menyerap tenaga kerja paling banyak, yaitu 4.573 orang. Pencapaian ini mencerminkan pesatnya perkembangan infrastruktur logistik dan telekomunikasi di Surabaya yang mendukung kelancaran arus barang, jasa, serta informasi.
Secara keseluruhan, capaian realisasi investasi PMDN Non-UMK Kota Surabaya pada Triwulan II 2025 menunjukkan tren yang kuat dan positif. Investasi yang mencapai Rp 7,9 triliun dengan serapan tenaga kerja lebih dari 12 ribu orang bukan hanya mempertegas daya tarik Surabaya sebagai kota tujuan investasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Dominasi sektor transportasi, perdagangan, perumahan, serta jasa membuktikan bahwa Surabaya terus bergerak menjadi pusat investasi strategis yang berperan besar dalam mendukung perekonomian daerah maupun nasional.