• Admin
  • 16-06-2024

KPK Beber Data MCP Tahun 2023, Pemkot Surabaya Raih Nilai 97 Peringkat Satu Se-JATIM


KPK Beber Data MCP Tahun 2023, Pemkot Surabaya Raih Nilai 97 Peringkat Satu Se-JATIM

   DPMPTSP-Kota Surabaya; Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil meraih nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) sebesar 97, menempati peringkat satu se-Jawa Timur pada tahun 2023. Penilaian ini dipaparkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Upaya Pemberantasan Korupsi bersama seluruh kepala daerah di Gedung Negara Grahadi.

   Selain mengumumkan hasil MCP, KPK juga menyampaikan data pengaduan masyarakat terkait dugaan korupsi di Jawa Timur selama periode 2020-2024. Dari data tersebut, terdapat 343 aduan dugaan korupsi di Kota Surabaya. Namun, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa data tersebut mencakup seluruh instansi pemerintahan di Surabaya, bukan hanya Pemkot Surabaya.

  "Surabaya memang memiliki pengaduan tertinggi, tetapi itu termasuk instansi lainnya seperti kementerian dan lembaga provinsi yang berada di Surabaya. Jika dilihat dari MCP, Surabaya berada di peringkat satu dengan nilai SPI 79," jelas Eri Cahyadi.

  Survei Penilaian Integritas (SPI) Pemkot Surabaya pada tahun 2023 juga menunjukkan hasil yang memuaskan dengan skor 79,57 persen. Cak Eri, sapaan akrab Eri Cahyadi, menambahkan bahwa jumlah aduan dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Surabaya relatif sedikit, sekitar 30 kasus.

  Kebanyakan aduan terkait percepatan pelayanan dan beberapa kasus melibatkan ketua RW. "Ada RW yang dilaporkan terkait iuran untuk pembangunan jalan rusak. Hal ini menjadi tantangan bagi kami untuk meningkatkan pencegahan korupsi di semua instansi pemerintahan di Surabaya," ujarnya.

   Cak Eri berharap seluruh instansi pemerintahan di Surabaya, termasuk lembaga dan kementerian, dapat terbebas dari praktik korupsi. "Surabaya harus terus bergerak maju. Penting untuk diketahui bahwa banyak instansi di Surabaya, bukan hanya Pemkot," pungkasnya. (*)