Inisiatif Hyperlocal Tokopedia Naikkan Transaksi UMKM di Surabaya

DPMPTSP-Kota Surabaya: Tokopedia melakukan penetrasi lebih intensif ke berbagai daerah di Indonesia melalui inisiatif hyperlocal guna terus mendorong tumbuh kembangnya usaha mikro, kecil dan...

Pemahaman Warga Surabaya Soal Pengendalian Kebakaran Meningkat

DPMPTSP-Kota Surabaya: Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya, Jawa Timur, menyebut pemahaman warga Kota Pahlawan, Jawa Timur, khususnya di kawasan perkampungan terkait pengendalian kebakaran...

Ngantor Di Kelurahan Sememi, Wali Kota Eri Selesaikan Permasalahan Warga Hingga Tinjau Kebun Anggrek

DPMPTSP-Kota Surabaya: Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi kembali berkantor di kelurahan, Kamis (3/6/2021). Kali ini, kantor yang dipilih adalah Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo Surabaya. Seperti...

Motor Pengantar Obat Siap Dioperasikan, Pasien Tak Perlu Antre Obat di Rumah Sakit

DPMPTSP-Kota Surabaya; Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan lima unit kendaraan motor siap digunakan petugas kesehatan mengantarkan obat kepada pasien rawat...

TPS Terapkan Layanan Impor Daring di Gudang CFS Per 1 Juni

DPMPTSP-Kota Surabaya: PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) siap menerapkan pelayanan "less container load" (LCL) impor secara daring di Gudang "Container Freight Station" (CFS) mulai 1 Juni...

Warga Surabaya Terbantu Adanya Terobosan Dalam Pelayanan Adminduk di Kecamatan

DPMPTSP-Kota Surabaya: Sejumlah warga Kota Surabaya mengaku terbantu dengan adanya terobosan baru berupa 18 layanan administrasi kependudukan yang terintegrasi dengan Pengadilan Negeri (PN)...

18 Jenis Layanan Adminduk Terintegrasi Dengan Pengadilan Negeri Kini Dapat Diurus Di Kecamatan

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berinovasi untuk memberikan kemudahan pelayanan publik bagi warganya. Jika sebelumnya 18 layanan administrasi kependudukan (adminduk)...

Menteri Investasi: Vaksinasi Gotong Royong Diyakini Bakal Gairahkan Investasi

  DPMPTSP-Kota Surabaya: Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut pelaksanaan vaksinasi akan memberikan kepercayaan global terhadap penanganan pandemi...

Pemkot Surabaya 9 Kali Berturut-turut Pertahankan Opini WTP dari BPK

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2020. Ini adalah...

Diresmikan Presiden Jokowi, Instalasi PSEL Benowo Surabaya jadi Percontohan Nasional

DPMPTSP-Kota Surabaya: Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan di Benowo Kota...

Populasi

Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 3.052.020 Orang di Tahun 2017, Kota Surabaya berkembang sebagai Kota Metropolitan. Posisi strategis Kota Surabaya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat membuatnya selalu dinamis. Menjadi pusat aktivitas sama artinya menjadi tempat merantau bagi orang dari berbagai daerah. Jumlah penduduk jelas akan semakin meningkat seiring pesona Kota Surabaya yang menjanjikan segala macam kemudahan. Kota Surabaya harus tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

SukuPopulasi
Jawa 83,68%
Madura 7,5%
Tionghoa  7,25%
Arab 2,04%

 

Agama

Surabaya merupakan salah satu pusat penyebaran Agama Islam yang paling awal di Tanah Jawa dan merupakan basis warga Nahdlatul Ulama. Masjid Ampel didirikan pada abad ke-15 oleh Sunan Ampel, salah satu tokoh Walisongo. Selain Agama Islam, agama lain yang dianut sebagian penduduk adalah Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Walaupun Islam merupakan mayoritas di Surabaya, kerukunan antar umat beragama untuk saling menghormati, menghargai, dan saling bekerjasama sangat terjaga.

AgamaPopulasi
Islam 85,1%
Kristen 9,1%
Katholik 4,0%
Hindu 0,3%
Buddha 1,5%
Konghucu   0.0%

 

Bahasa

Surabaya memiliki dialek khas Bahasa Jawa yang dikenal dengan boso Suroboyoan (bahasa ke-Surabaya-an). Dialek ini dituturkan di daerah Surabaya dan sekitarnya, dan memiliki pengaruh di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dialek ini dikenal egaliter, blak-blakan, dan masyarakat Surabaya dikenal cukup fanatik dan bangga terhadap bahasanya. Namun sebagian besar penduduk Surabaya masih menjunjung tinggi adat istiadat Jawa, termasuk penggunaan bahasa Jawa halus untuk menghormati orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenalnya. Tetapi sebagai dampak peradaban yang maju dan banyaknya pendatang yang datang ke Surabaya, secara tidak langsung telah mencampuradukkan bahasa asli Surabaya, ngoko, dan bahasa Madura, sehingga diperkirakan banyak kosakata asli bahasa Surabaya yang sudah punah.