Whisnu: Penanganan Sektor Kesehatan Dan Ekonomi Di Kota Surabaya Seimbang

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyatakan penanganan di sektor kesehatan dan ekonomi sebagai dampak pandemi COVID-19 di Kota Surabaya, Jatim,...

Harga Kebutuhan Pokok Di Surabaya Stabil Selama Libur Natal Dan Tahun Baru 2021

DPMPTSP-Kota Surabaya: Harga kebutuhan pokok di Kota Surabaya, Jawa Timur, relatif terpantau stabil selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Anggota Komisi B Bidang Perekonomian...

PLN Dorong Keterlibatan Swasta dalam Penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

DPMPTSP-Kota Surabaya: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan terus mendorong keterlibatan banyak pihak dalam penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah wilayah di...

Kemenperin Bidik Investasi Manufaktur Tembus Rp 323,56 Triliun di Tahun 2021

DPMPTSP_Kota Surabaya; Kementerian Perindustrian menargetkan realisasi penanaman modal di sektor industri manufaktur pada tahun 2021 bisa naik mencapai Rp323,56 triliun. Optimisme ini didukung...

Meski Piala Dunia U-20 Tahun 2021 Ditunda, Pemkot Surabaya Tetap Kebut Renovasi Stadion GBT

DPMPTSP-Kota Surabaya: Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Indonesia pada tahun 2021 akhirnya ditunda oleh FIFA, karena masih adanya pandemi Covid-19. Rencananya even Piala Dunia U-20 ini digelar...

Pemasangan Pompa Petekan Rampung Dan Sudah Bisa Difungsikan Untuk Cegah Banjir

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pengadaan dan pemasangan pompa di Rumah Pompa Petekan sudah rampung sesuai target Bulan Desember 2020. Bahkan, saat ini pompa-pompa itu sudah bisa difungsikan untuk mencegah...

Keberhasilan Pimpin Kota Surabaya, Antarkan Tri Rismaharini Jadi Mensos

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pasca-Pilkada Surabaya 2020 tepatnya pertengahan Desember lalu, nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah ramai dibicarakan akan menjadi Menteri Sosial (Mensos)...

Pemerintah Optimistis Tren Perbaikan dan Pemulihan Ekonomi Akan Terus Berlanjut di 2021

  DPMPTSP-Kota Surabaya: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar acara Diskusi Panel Outlook Ekonomi dengan tema “Meraih Peluang Pemulihan Ekonomi di 2021” di Jakarta,...

Survei Grant Thornton: 79 Persen Pelaku Bisnis Indonesia Optimis 2021 Ekonomi Membaik

DPMPTSP-Kota Surabaya: Di penghujung tahun Grant Thornton mengeluarkan laporan tahunan Grant Thornton International Business Report (IBR) untuk menggambarkan persepsi pelaku bisnis global terhadap...

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Puji Penanganan COVID-19 di Surabaya

DPMPTSP-Kota Surabaya: Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Widiarsih Agustina memuji penanganan COVID-19 dan disabilitas di Kota Surabaya, Jawa Timur, yang dinilainya sudah...

Populasi

Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 3.052.020 Orang di Tahun 2017, Kota Surabaya berkembang sebagai Kota Metropolitan. Posisi strategis Kota Surabaya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat membuatnya selalu dinamis. Menjadi pusat aktivitas sama artinya menjadi tempat merantau bagi orang dari berbagai daerah. Jumlah penduduk jelas akan semakin meningkat seiring pesona Kota Surabaya yang menjanjikan segala macam kemudahan. Kota Surabaya harus tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

SukuPopulasi
Jawa 83,68%
Madura 7,5%
Tionghoa  7,25%
Arab 2,04%

 

Agama

Surabaya merupakan salah satu pusat penyebaran Agama Islam yang paling awal di Tanah Jawa dan merupakan basis warga Nahdlatul Ulama. Masjid Ampel didirikan pada abad ke-15 oleh Sunan Ampel, salah satu tokoh Walisongo. Selain Agama Islam, agama lain yang dianut sebagian penduduk adalah Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Walaupun Islam merupakan mayoritas di Surabaya, kerukunan antar umat beragama untuk saling menghormati, menghargai, dan saling bekerjasama sangat terjaga.

AgamaPopulasi
Islam 85,1%
Kristen 9,1%
Katholik 4,0%
Hindu 0,3%
Buddha 1,5%
Konghucu   0.0%

 

Bahasa

Surabaya memiliki dialek khas Bahasa Jawa yang dikenal dengan boso Suroboyoan (bahasa ke-Surabaya-an). Dialek ini dituturkan di daerah Surabaya dan sekitarnya, dan memiliki pengaruh di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dialek ini dikenal egaliter, blak-blakan, dan masyarakat Surabaya dikenal cukup fanatik dan bangga terhadap bahasanya. Namun sebagian besar penduduk Surabaya masih menjunjung tinggi adat istiadat Jawa, termasuk penggunaan bahasa Jawa halus untuk menghormati orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenalnya. Tetapi sebagai dampak peradaban yang maju dan banyaknya pendatang yang datang ke Surabaya, secara tidak langsung telah mencampuradukkan bahasa asli Surabaya, ngoko, dan bahasa Madura, sehingga diperkirakan banyak kosakata asli bahasa Surabaya yang sudah punah.