Kakorlantas Polri, Polda Jatim dan Pemkot Surabaya Resmi Terapkan E-Tilang di Kota Surabaya

  DPMPTSP-Kota Surabaya: Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini resmi melaunching Electronic Traffic Law...

Pemkot Jalin Kerjasama Dengan Astra, Wali Kota Risma Sujud Syukur

DPMPTSP-Kota Surabaya: Suara Wali Kota Risma mulai tertatih-tatih saat pertengahan sambutan. Air matanya pun mulai membasahi pipinya. Sesekali, ia menghapus air matanya itu. Kesedihannya nampak...

36 Peserta Program Pertukaran Pelajar Australia Indonesia Bertemu Risma

DPMPTSP-Kota Surabaya: Sebanyak 36 peserta program pertukaran pelajar Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinas Wali Kota Surabaya...

Tantangan Bangsa Semakin Berat, Risma Serukan Jaga Kerukunan dan Kedamaian di Moment Natal

DPMPTSP-Kota Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengunjungi sejumlah gereja di Kota Surabaya, pada malam Natal, Selasa (24/12/2019)...

Pelajari Ilmu Dan Inovasi Dari Wali Kota Risma, DPRD DKI Jakarta Kunjungi Kota Surabaya

DPMPTSP-Kota Surabaya: Sebanyak 24 anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan mengunjungi Surabaya, Jumat (20/12/2019). Para wakil rakyat tersebut jauh-jauh dari Jakarta berkeinginan untuk...

Pemkot Surabaya Tegaskan Pengurusan SLF Bangunan Gedung Tanpa Biaya

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya menegaskan sesuai Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 14 Tahun 2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung bahwa pengurusan Sertifikat Laik...

Bank Indonesia: Proyeksi Ekonomi Jawa Timur 2020 Tetap Terjaga

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tahun 2020 diproyeksikan masih kuat dan kondusif pada rentang 5,3-5,8 persen, dengan tingkat inflasi yang terjaga. Hal ini disampaikan Difi A....

Startup Binaan Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Google Play Kategori Aplikasi Unik Terbaik 2019

DPMPTSP-Kota Surabaya: Salah satu startup binaan Pemerintah Kota Surabaya Riliv mendapatkan penghargaan dari Google Play Store. Aplikasi dibidang kesehatan mental ini terpilih sebagai aplikasi unik...

Surabaya Menjadi Role Model Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Indonesia

DPMPTSP-Kota Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima audiensi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati beserta jajarannya di Rumah...

Untuk Surabaya Safe City, Dishub TelahTambah 135 Unit CCTV Dilengkapi fitur Face Recognition

DPMPTSP-Kota Surabaya: Dinas Perhubungan Kota Surabaya tiap tahun menambah jumlah kamera CCTV yang dipasang di sejumlah persimpangan jalan. Pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) dilakukan...

Populasi

Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 3.052.020 Orang di Tahun 2017, Kota Surabaya berkembang sebagai Kota Metropolitan. Posisi strategis Kota Surabaya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat membuatnya selalu dinamis. Menjadi pusat aktivitas sama artinya menjadi tempat merantau bagi orang dari berbagai daerah. Jumlah penduduk jelas akan semakin meningkat seiring pesona Kota Surabaya yang menjanjikan segala macam kemudahan. Kota Surabaya harus tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

SukuPopulasi
Jawa 83,68%
Madura 7,5%
Tionghoa  7,25%
Arab 2,04%

 

Agama

Surabaya merupakan salah satu pusat penyebaran Agama Islam yang paling awal di Tanah Jawa dan merupakan basis warga Nahdlatul Ulama. Masjid Ampel didirikan pada abad ke-15 oleh Sunan Ampel, salah satu tokoh Walisongo. Selain Agama Islam, agama lain yang dianut sebagian penduduk adalah Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Walaupun Islam merupakan mayoritas di Surabaya, kerukunan antar umat beragama untuk saling menghormati, menghargai, dan saling bekerjasama sangat terjaga.

AgamaPopulasi
Islam 85,1%
Kristen 9,1%
Katholik 4,0%
Hindu 0,3%
Buddha 1,5%
Konghucu   0.0%

 

Bahasa

Surabaya memiliki dialek khas Bahasa Jawa yang dikenal dengan boso Suroboyoan (bahasa ke-Surabaya-an). Dialek ini dituturkan di daerah Surabaya dan sekitarnya, dan memiliki pengaruh di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dialek ini dikenal egaliter, blak-blakan, dan masyarakat Surabaya dikenal cukup fanatik dan bangga terhadap bahasanya. Namun sebagian besar penduduk Surabaya masih menjunjung tinggi adat istiadat Jawa, termasuk penggunaan bahasa Jawa halus untuk menghormati orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenalnya. Tetapi sebagai dampak peradaban yang maju dan banyaknya pendatang yang datang ke Surabaya, secara tidak langsung telah mencampuradukkan bahasa asli Surabaya, ngoko, dan bahasa Madura, sehingga diperkirakan banyak kosakata asli bahasa Surabaya yang sudah punah.