Tingkatkan Sinergitas Sistem Logistik, DPMPTSP Kota Surabaya Gelar Temu Usaha Logistik 2019

DPMPTSP-Kota Surabaya: Sejumlah stakeholder Kota Surabaya duduk bersama membahas terkait permasalahan sistem logistik di Kota Surabaya. Kegiatan ini dikemas dalam Temu Usaha Logistik tahun 2019...

Risma Jadi Pembicara Pada Forum UCLG World dan World Economic Forum di New York Amerika

  DPMPTSP-Kota Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diundang menjadi pembicara pada empat sesi forum global yang berlangsung di New York Amerika Serikat, mulai 23 hingga 25 September...

Menteri Kamboja Terkesan Pengelolaan Transportasi di Kota surabaya

  DPMPTSP-Kota Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima kunjungan kerja dari Menteri Transportasi dan Pekerjaan Umum Kamboja, Sun Chanthol, di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jalan...

Gowes Jumat Pagi ke Tugu Pahlawan

...

Kunjungan Peserta DiklatPIM Tk IV Kementrian LHK Tahun 2019

DPMPTSP-Kota Surabaya: Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya kembali menjadi rujukan study peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan. Kali ini datang...

Refleksi Peristiwa Perobekan Bendera di Hotel Yamato Kota Surabaya 2019

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pejabat dan staf Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya ikut terlibat dalam kegiatan Teatrikal Peristiwa Perobekan Bendera Belanda di...

Kunjungan Study Pejabat dari Mabes Polri Terkait Peningkatan Pelayanan Prima

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pejabat Perwakilan dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) melakukan kunjungan ke kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)...

Kunjungan Peserta Diklatpim Tk IV Badiklat Kemenhan RI

DPMPTSP-Kota Surabaya: DPMPTSP-Kota Surabaya: Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melakukan...

Kunjungan Peserta Diklatpim Tk IV BPSDM Jawa Barat

DPMPTSP-Kota Surabaya: Sejumlah Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV angkatan VII dan VIII Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat...

Di MOFEST 2019, Wali Kota Risma Ajak Milenial Surabaya Untuk Bersinergi Hadapi Era 4.0

DPMPTSP-Kota Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi pembicara dalam acara Ministry of Finance Festival (MOFEST) 2019 yang digelar oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI di Dyandra...

Populasi

Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 3.052.020 Orang di Tahun 2017, Kota Surabaya berkembang sebagai Kota Metropolitan. Posisi strategis Kota Surabaya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat membuatnya selalu dinamis. Menjadi pusat aktivitas sama artinya menjadi tempat merantau bagi orang dari berbagai daerah. Jumlah penduduk jelas akan semakin meningkat seiring pesona Kota Surabaya yang menjanjikan segala macam kemudahan. Kota Surabaya harus tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

SukuPopulasi
Jawa 83,68%
Madura 7,5%
Tionghoa  7,25%
Arab 2,04%

 

Agama

Surabaya merupakan salah satu pusat penyebaran Agama Islam yang paling awal di Tanah Jawa dan merupakan basis warga Nahdlatul Ulama. Masjid Ampel didirikan pada abad ke-15 oleh Sunan Ampel, salah satu tokoh Walisongo. Selain Agama Islam, agama lain yang dianut sebagian penduduk adalah Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Walaupun Islam merupakan mayoritas di Surabaya, kerukunan antar umat beragama untuk saling menghormati, menghargai, dan saling bekerjasama sangat terjaga.

AgamaPopulasi
Islam 85,1%
Kristen 9,1%
Katholik 4,0%
Hindu 0,3%
Buddha 1,5%
Konghucu   0.0%

 

Bahasa

Surabaya memiliki dialek khas Bahasa Jawa yang dikenal dengan boso Suroboyoan (bahasa ke-Surabaya-an). Dialek ini dituturkan di daerah Surabaya dan sekitarnya, dan memiliki pengaruh di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dialek ini dikenal egaliter, blak-blakan, dan masyarakat Surabaya dikenal cukup fanatik dan bangga terhadap bahasanya. Namun sebagian besar penduduk Surabaya masih menjunjung tinggi adat istiadat Jawa, termasuk penggunaan bahasa Jawa halus untuk menghormati orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenalnya. Tetapi sebagai dampak peradaban yang maju dan banyaknya pendatang yang datang ke Surabaya, secara tidak langsung telah mencampuradukkan bahasa asli Surabaya, ngoko, dan bahasa Madura, sehingga diperkirakan banyak kosakata asli bahasa Surabaya yang sudah punah.