Kota Surabaya Terpilih Jadi Pilot Project Wisata Medis

DPMPPTSP-Kota Surabaya: Kota Surabaya terpilih menjadi pilot project wisata medis bersama DKI Jakarta dan Kota Medan. Hal itu diungkapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri acara KaTa...

Terima Kunjungan Konjen AS, Wali Kota Eri Ajak Kembangkan Startup Digital di Surabaya

DPMPTSP-Kota Surabaya: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima kunjungan dari Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya Jonathan Alan di ruang kerja Balai Kota Surabaya, Rabu...

Vaksinasi Dosis Pertama Hampir 100 Persen, Pemkot Surabaya Fokus Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan

DPMPTSP-Kota Surabaya: Berdasarkan data dashboard vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Minggu, 12 September 2021, capaian vaksinasi di Kota Surabaya sebesar 99,03 persen. Atau, sebanyak...

Kolaborasi Antar Kampus, Wali Kota Eri Siap Wujudkan Surabaya Jadi Kota Startup

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen untuk mengembangkan startup di Kota Pahlawan. Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Sinergi (NKS)...

Road To Ignition, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Tahun 2021 Hadir di Surabaya

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bakal melakukan kerjasama dalam program Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital....

Permudah Investor Tanamkan Modal, Pemkot Surabaya Siapkan Layanan Klinik Investasi

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) terus berinovasi memberikan kemudahan bagi investor untuk...

Penghargaan Satyalancana Karya Satya Sebagai Momentum Kebangkitan Untuk Berkorban Bagi Masyarakat

DPMPTSP-Kota Surabaya: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin apel pemberian penghargaan Satyalancana Karya Satya 2021 bagi ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di halaman Balai Kota Surabaya,...

Pemkot bersama Kadin Surabaya Gelar Vaksin Merdeka, Sasar 20 ribu Pelaku Ekonomi

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya dan Entrepreneur’s Organization (EO) Indonesia East Chapter menggelar vaksinasi...

Angkutan Logistik Kereta Api di Terminal Petikemas Surabaya Mulai Beroperasi

DPMPTSP-Kota Surabaya: Angkutan logistik kereta api di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mulai beroperasi kembali setelah sebelumnya pada Juni 2021 diresmikan. Direktur Operasi TPS, Bambang...

Pengurusan IMB di Kota Surabaya Nantinya Tak Perlu Lagi Proses Pengukuran

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima sertifikat aset tanah dari Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Surabaya I dan II. Sebanyak 142 Sertifikat Hak Pakai (SHP) dan 44 Peta...

Populasi

Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 3.052.020 Orang di Tahun 2017, Kota Surabaya berkembang sebagai Kota Metropolitan. Posisi strategis Kota Surabaya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat membuatnya selalu dinamis. Menjadi pusat aktivitas sama artinya menjadi tempat merantau bagi orang dari berbagai daerah. Jumlah penduduk jelas akan semakin meningkat seiring pesona Kota Surabaya yang menjanjikan segala macam kemudahan. Kota Surabaya harus tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

SukuPopulasi
Jawa 83,68%
Madura 7,5%
Tionghoa  7,25%
Arab 2,04%

 

Agama

Surabaya merupakan salah satu pusat penyebaran Agama Islam yang paling awal di Tanah Jawa dan merupakan basis warga Nahdlatul Ulama. Masjid Ampel didirikan pada abad ke-15 oleh Sunan Ampel, salah satu tokoh Walisongo. Selain Agama Islam, agama lain yang dianut sebagian penduduk adalah Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Walaupun Islam merupakan mayoritas di Surabaya, kerukunan antar umat beragama untuk saling menghormati, menghargai, dan saling bekerjasama sangat terjaga.

AgamaPopulasi
Islam 85,1%
Kristen 9,1%
Katholik 4,0%
Hindu 0,3%
Buddha 1,5%
Konghucu   0.0%

 

Bahasa

Surabaya memiliki dialek khas Bahasa Jawa yang dikenal dengan boso Suroboyoan (bahasa ke-Surabaya-an). Dialek ini dituturkan di daerah Surabaya dan sekitarnya, dan memiliki pengaruh di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dialek ini dikenal egaliter, blak-blakan, dan masyarakat Surabaya dikenal cukup fanatik dan bangga terhadap bahasanya. Namun sebagian besar penduduk Surabaya masih menjunjung tinggi adat istiadat Jawa, termasuk penggunaan bahasa Jawa halus untuk menghormati orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenalnya. Tetapi sebagai dampak peradaban yang maju dan banyaknya pendatang yang datang ke Surabaya, secara tidak langsung telah mencampuradukkan bahasa asli Surabaya, ngoko, dan bahasa Madura, sehingga diperkirakan banyak kosakata asli bahasa Surabaya yang sudah punah.