Pemkot Kerjasama dengan UKWMS, UMKM Bakal Dilatih Branding Hingga Manajemen Keuangan

DPMPTSP-kota Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya bekerjasama dengan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dalam mengembangkan UMKM Kota Pahlawan. Penandatanganan Nota Kesepakatan...

Hadir di Store Perusahaan Asal Jepang, Produk UMKM Surabaya Go Internasional

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah (Pemkot) Kota Surabaya berkomitmen meningkatkan daya saing produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di pasar nasional maupun internasional. Komitmen itu...

Menteri Bumn Dukung Pengembangan Pariwisata Kampung Lawas Maspati Surabaya

DPMPTSP-Kota Surabaya: Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mendukung pengembangan pariwisata ikonik di Kampung Lawas Maspati Gang V dan VI, Kelurahan/Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya,...

Pemkot Surabaya Padukan Destinasi Wisata Heritage dengan Kawasan Ekonomi Melalui Tunjungan Romansa

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan kawasan Jalan Tunjungan menjadi destinasi wisata. Kawasan bersejarah yang menjadi...

Kemensos Siap Menerapkan Command Center Kota Surabaya Sebagai Model Layanan Kesejahteraan Sosial

DPMPTSP-Kota Surabaya: Sekjen Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat mengatakan, siap menerapkan command center Kota Surabaya sebagai model layanan kesejahteraan sosial di lingkungan...

Stafsus Presiden RI Apresiasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kota Surabaya

DPMPTSP-Kota Surabaya: Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyambut hangat kunjungan dari Asisten dan Pembantu Asisten Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI Joko Widodo, Diaz Hendropriyono di rumah...

Kunjungan Sekda Pemerintah Kota Mataram Bersama Kepala OPD

...

Momen Pahlawan, Pemkot Surabaya Bangkitkan Ekonomi Lewat Even Level 1-Salebration

DPMPTSP-Kota Surabaya: Bertepatan pada Hari Pahlawan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi resmi membuka event Level 1-Salebration, yang digelar di Main Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya, Rabu...

Pemkot dan GoTo Berkolaborasi Angkat UMKM Surabaya untuk BangkitBersama

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi dengan Goto untuk menyejahterahkan pedagang Sentra Wisata Kuliner (SWK) dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)....

Resmi Ditutup, Surabaya Fashion Week 2021 Catatkan Transaksi Hampir Rp 600 Juta

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Surabaya resmi menutup acara Surabaya Fashion Week (SFW) 2021 yang digelar di Main...

Populasi

Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 3.052.020 Orang di Tahun 2017, Kota Surabaya berkembang sebagai Kota Metropolitan. Posisi strategis Kota Surabaya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat membuatnya selalu dinamis. Menjadi pusat aktivitas sama artinya menjadi tempat merantau bagi orang dari berbagai daerah. Jumlah penduduk jelas akan semakin meningkat seiring pesona Kota Surabaya yang menjanjikan segala macam kemudahan. Kota Surabaya harus tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

SukuPopulasi
Jawa 83,68%
Madura 7,5%
Tionghoa  7,25%
Arab 2,04%

 

Agama

Surabaya merupakan salah satu pusat penyebaran Agama Islam yang paling awal di Tanah Jawa dan merupakan basis warga Nahdlatul Ulama. Masjid Ampel didirikan pada abad ke-15 oleh Sunan Ampel, salah satu tokoh Walisongo. Selain Agama Islam, agama lain yang dianut sebagian penduduk adalah Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Walaupun Islam merupakan mayoritas di Surabaya, kerukunan antar umat beragama untuk saling menghormati, menghargai, dan saling bekerjasama sangat terjaga.

AgamaPopulasi
Islam 85,1%
Kristen 9,1%
Katholik 4,0%
Hindu 0,3%
Buddha 1,5%
Konghucu   0.0%

 

Bahasa

Surabaya memiliki dialek khas Bahasa Jawa yang dikenal dengan boso Suroboyoan (bahasa ke-Surabaya-an). Dialek ini dituturkan di daerah Surabaya dan sekitarnya, dan memiliki pengaruh di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dialek ini dikenal egaliter, blak-blakan, dan masyarakat Surabaya dikenal cukup fanatik dan bangga terhadap bahasanya. Namun sebagian besar penduduk Surabaya masih menjunjung tinggi adat istiadat Jawa, termasuk penggunaan bahasa Jawa halus untuk menghormati orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenalnya. Tetapi sebagai dampak peradaban yang maju dan banyaknya pendatang yang datang ke Surabaya, secara tidak langsung telah mencampuradukkan bahasa asli Surabaya, ngoko, dan bahasa Madura, sehingga diperkirakan banyak kosakata asli bahasa Surabaya yang sudah punah.