Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya Digelar Sederhana Diakhir Kepemimpinan Wali Kota Risma

  DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya merayakan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-727 secara sederhana di Dapur Umum penanganan Covid-19 di Taman Surya halaman Balai Kota...

Pemkot Surabaya dan BIN Gelar Rapid Test Massal Gratis untuk Memutus Penyebaran Covid-19

  DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test massal gratis di Halaman Gedung Siola, Jumat (29/5/2020). Antusiasme masyarakat...

‘Kampung Wani Jogo Suroboyo’ Mulai Dibentuk di Seluruh RW se-Kota Surabaya

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memasifkan gerakan untuk membendung penyebaran Covid-19. Yang terbaru, pemkot membentuk ‘Kampung Wani Jogo Suroboyo’ yang...

Pemerintah Siapkan Skenario Protokol Normal Baru yang Produktif dan Aman

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah tengah menyiapkan skenario pelaksanaan protokol tatanan normal baru yang Produktif dan Aman Covid-19. Dua program pun dirancang secara bersamaan, yaitu...

Gerakan Bangga Buatan Indonesia Perkuat UMKM Bangsa Ditengah Pandemi

DPMPTSP-Kota Surabaya: Perdagangan melalui sistem elektronik atau e-commerce kini kian populer dalam kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19, karena dapat membuka...

Pesan Bu Risma : Jadikan Momentum Lebaran Untuk Berjuang Melawan COVID-19

DPM&PTSP-Kota Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismharini meminta warganya menjadikan momentum Lebaran tahun ini untuk saling memaafkan satu sama lain dan penyemangat untuk tetap berjuang...

Kota Surabaya All Out Tangani COVID-19

DPM&PTSP-Kota Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya all out menghadang Virus Corona atau COVID-19 dengan melakukan berbagai upaya...

Berbagai Stakeholder Tunjukkan Komitmen Bersama Pemkot Surabaya Melawan Covid-19

DPM&PTSP-Kota Surabaya: Persoalan wabah pandemi Covid-19, bukan hanya urusan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, namun ini persoalan bersama. Karenanya, pemkot mengajak semua pihak untuk...

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Dirikan 19 Posko di Wilayah Perbatasan Kota Surabaya

DPM&PTSP-Kota Surabaya: Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 terus dilakukan. Kali ini, pemkot mendirikan 19 posko yang terletak di berbagai...

Ditengah Wabah Covid-19, Wali Kota Risma Semangati Para Pengusaha Agar Tidak Menyerah

DPM&PTSP-Kota Surabaya: Serangan wabah Covid-19 yang terjadi hampir diseluruh dunia sangat berdampak terhadap ekonomi termasuk di Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, Wali Kota Surabaya Tri...

Populasi

Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 3.052.020 Orang di Tahun 2017, Kota Surabaya berkembang sebagai Kota Metropolitan. Posisi strategis Kota Surabaya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat membuatnya selalu dinamis. Menjadi pusat aktivitas sama artinya menjadi tempat merantau bagi orang dari berbagai daerah. Jumlah penduduk jelas akan semakin meningkat seiring pesona Kota Surabaya yang menjanjikan segala macam kemudahan. Kota Surabaya harus tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

SukuPopulasi
Jawa 83,68%
Madura 7,5%
Tionghoa  7,25%
Arab 2,04%

 

Agama

Surabaya merupakan salah satu pusat penyebaran Agama Islam yang paling awal di Tanah Jawa dan merupakan basis warga Nahdlatul Ulama. Masjid Ampel didirikan pada abad ke-15 oleh Sunan Ampel, salah satu tokoh Walisongo. Selain Agama Islam, agama lain yang dianut sebagian penduduk adalah Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Walaupun Islam merupakan mayoritas di Surabaya, kerukunan antar umat beragama untuk saling menghormati, menghargai, dan saling bekerjasama sangat terjaga.

AgamaPopulasi
Islam 85,1%
Kristen 9,1%
Katholik 4,0%
Hindu 0,3%
Buddha 1,5%
Konghucu   0.0%

 

Bahasa

Surabaya memiliki dialek khas Bahasa Jawa yang dikenal dengan boso Suroboyoan (bahasa ke-Surabaya-an). Dialek ini dituturkan di daerah Surabaya dan sekitarnya, dan memiliki pengaruh di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dialek ini dikenal egaliter, blak-blakan, dan masyarakat Surabaya dikenal cukup fanatik dan bangga terhadap bahasanya. Namun sebagian besar penduduk Surabaya masih menjunjung tinggi adat istiadat Jawa, termasuk penggunaan bahasa Jawa halus untuk menghormati orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenalnya. Tetapi sebagai dampak peradaban yang maju dan banyaknya pendatang yang datang ke Surabaya, secara tidak langsung telah mencampuradukkan bahasa asli Surabaya, ngoko, dan bahasa Madura, sehingga diperkirakan banyak kosakata asli bahasa Surabaya yang sudah punah.